Rabu, 01 Oktober 2014

Kisah

Janda Empat Syuhada


Perjalanan hidup Atikah binti Zaid sungguh unik dan menarik. Empat kali menikah, empat kali pula menjanda. Meski berat dilalui, itulah takdir Alloh pilihkan untuknya. 

Sosok Atikah sebenarnya dambaan tiap wanita. Di wajahnya terpancar rona kecantikan khas wanita Quraisy. Kecantikan itu semakin lengkap karena dibalut dengan akhlaq mulia dan sifat pemalu. Tak hanya itu, Atikah adalah wanita terpelajar yang pandai menggubah sastra. Hebatnya lagi Atikah telah menjadi Muslimah pada periode awal dakwah Rosulullah di Makkah. Dia memeluk Islam bersama saudaranya, Said bin Zaid, satu dari sepuluh sahabat yang dijamin Rosulullah SAW masuk jannah. Bisa dikatakan semua unsur kesempurnaan menyatu dalam diri Atikah binti Zaid bin Amru bin Nufail.

Setelah hijrah ke Madinah, banyak pemuda tergila-gila dan ingin meminang Atikah. Semuanya gigit jari, karena yang berhasil meluluhkan hatinya adalah Abdullah bin Abu Bakar.
Menakar Keimanan



Terkadang iman tidak bisa dilogika oleh seorang hamba. Karena iman bukan terletak kepada otak, tetapi ia terletak kepada keyakinan yang tinggi seorang hamba kepada RobbNya.

Iman itu jalannya keras dan kerikilnya selalu tajam serta menyakiti kaki kehidupan. Tapi bukankah Robb semesta alam yang memberikan pertolongan kepada setiap hamba yang beriman secara benar ? Karena sungguh pertolongan jauh lebih besar dari ujian yang diberikan insan yang beriman.

Kadang konsekuensi iman yang begitu berat, layaknya Nabi yang menolak kesepakatan untuk saling bergantian dalam beribadah dengan orang kafir sehingga turun surat Al-kafirun.